Sunday, April 09, 2006

How to make money with your hobby

Millions of people all over the world collect stamps as a hobby, and the number is growing every day. It is indeed an exciting and rewarding hobby, and it can also be extremely profitable. The price of stamps vary with supply and demand due to the number of collectors increasing. The price of stamps is steadily rising, as the supply of stamps diminishes and more people want to acquire them.

Most people start a collection for the pleasure and education just like any other hobby, but this hobby offers a financial reward as well, as collections experience a steady increase over the years. It is possible to start your own business if you are experienced, and already have a good size collection. For information about becoming a dealer, write to the American Stamp Dealer's Association, 147 W 42nd Street, New York, NY 10036.

HOW TO START:

Some people very early in life collect stamps, it often begins as a gift of a small package of stamps given to a child, and the child becomes a collector for life. As the collection grows, some tools become essential:

* Stamp album
* Hinges
* Magnifying glass and tongs

They can be obtained from a stationary store or your local stamp dealer.

You can find albums at any price, starting from about $5.00 to the most expensive one at about $200.00.

Stamps should always be handled carefully, because the condition is a very important factor to determine the price of resale value. The various grades of stamps are: mint, very fine, fine, good and poor. Specimen in outstanding condition often sell at many times their catalog value, which is the reason not to mishandle any stamp, which could drastically reduce their value.

If you want to know if you have valuable stamps in your collection and are really serious about persuing this hobby, you can buy the Scot's Standard Postage Stamp catalog which lists every stamp in the world. This is a three volume encyclopedia and is the complete reference. You can also consult it at your local library if you don't want to go into the expense for the time being.

To start your collection, ask everybody you know to save you stamps they get from different countries, also go through old letters and small boxes hidden in your attic, chances are that you will be surprised to see how much you can find. Other cheap sources of supply are flea markets and garage sales. Start swapping when you have doubles. There are many philatelic clubs all over the country and it would be very advisable for a serious collector to belong to one.

This way you will become educated in this field and learn everything you can before you spend money on your collection. Stamp clubs also provide their members with possibilities to exchange and sell your stamps. You should also read as much as you can about stamps by subscribing to a philatelic magazine.

WHERE TO SELL YOUR STAMPS:

Stamps are like any other commodity, you can always go to a dealer who will offer you the current wholesale value of your stamps, but you can do much better by selling to other stamp collectors by advertising in magazines and newspapers specialized in stamp collecting.

Check several current issues of those magazines, it will enable you to compare the ads with what you have to offer. If you want to buy stamps as an investment, try to buy few moderately expensive stamps a year. Always buy quality instead of quantity, and diversify, do not invest heavily in a single area.

It is our opinion that stamp collecting is one of the best ways--and safest--to keep up with inflation.

Read more!

Friday, March 31, 2006

Indonesia Philately Association


Sekretariat
Jl. Pos No. 2 Jakarta 10710 Indonesia
Phone : 62-21-3861788, 62-21-3518711
Fax : 62-21-3518710

Perkumpulan Filatelis Indonesia

Penerbitan prangko pertama di dunia di Inggris tanggal 6 Mei 1840 membuka lembaran sejarah baru bagi kemajuan pelayanan pos dan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi kehidupan umat manusia di seluruh dunia. Kepeloporan Inggris untuk mengefisienkan pelayanan pos tersebut kemudian diikuti oleh semua negara di dunia.

Lahirnya prangko ternyata juga menimbulkan kegemaran atau hobi baru untuk mengumpulkan prangko, yang kemudian secara populer dikenal dengan sebutan filateli. Selanjutnya terbentuklah perkumpulan –perkumpulan kolektor prangko atau filateli di seluruh dunia.

Prangko pertama di Indonesia terbit tanggal 1 April 1864, ketika Nusantara masih di bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.

Tanggal 29 Maret 1922 sekelompok kolektor prangko mendirikan klub filateli di Jakarta (Batavia saat itu) yang mereka namakan "Postzegelverzamelaars Club Batavia". Perkumpulan ini mendapat pengakuan dari penguasa setempat pada tanggal 29 Maret 1922. Aspirasi lokal di berbagai tempat di Indonesia dihimpun dalam suatu wadah menjadi gerakan terorganisasi secara nasional dan diwujudkan dalam pembentukan "Nederlandsch Indische Vereeniging van Postzegel Verzamelaars" pada tanggal 15 Agustus 1940 sebagai lanjutan "Postzegelverzamelaar Club Batavia" dan berkedudukan di Jakarta.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia nama perkumpulan diubah menjadi "Algemene Vereeniging Voor Philatelisten In Indonesia" dan kemudian pada tahun 1953 menjadi Perkumpulan Umum philateli Indonesia.

Selanjutnya pada tahun 1965 menjadi Perkumpulan Philatelis Indonesia (PPI) dan akhirnya dalam tahun 1985 menjadi Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI).

Untuk dapat mengikuti perkembangan filateli di dunia internasional pada tahun 1969 Indonesia menjadi anggota Fédération International de Philatélie (FIP) yang berkedudukan di Swiss. Pada tahun 1974 Indonesia dan beberapa anggota FIP lainnya di wilayah Asia mendirikan sebuah federasi filateli regional yang berkedudukan di Singapura dengan nama Federation of Inter – Asian Philately (FIAP), yang anggotanya mencakup organisasi perkumpulan filateli di wilayah Asia – Pasifik.

Sejak lahirnya PFI bukan merupakan organisasi politik, melainkan suatu organisasi hobby yang bersifat nasional, tidak mencari keuntungan, dan terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia pria dan wanita, tua maupun muda tanpa membeda-bedakan status sosial, tingkat kehidupan, kedudukan/jabatan maupun agama. Organisasi ini bertujuan untuk memajukan dan mengembangkan filateli dalam arti seluas-luasnya di seluruh tanah air serta mempererat hubungan, memperluas wawasan, menjalin persaudaraan dan persahabatan serta meningkatkan kerja sama antar filatelis baik nasional maupun internasional.

Filateli sebagai suatu kegiatan di luar sekolah mengandung aspek pendidikan yang berdampak positif bagi pembinaan dan pengembangan watak generasi muda bangsa. Oleh karena itu PFI berkewajiban untuk berperan serta aktif membantu pemerintah dalam menyukseskan pembangunan nasional di bidang pembinaan dan pengembangan generasi muda melalui kegiatan filateli.


Read more!

American Philatelic Society

The internet has made stamp collecting much easier than it was. Almost everything a stamp collector needs is available on-line. Dozens of websites offer almost everything a stamp collector needs - from information and tips to supplies or fellow stamp collectors and stamp traders.


A useful site for beginners is The American Philatelic Society at http://www.stamps.org/. This website hosts a stamp store, listings of stamp dealers, stamp education, along with shows and exhibits. There is a membership fee for this stamp collecting society and is a very useful resource for the serious stamp collector.


Another website that many stamp collectors find useful is http://www.stamplink.com/. This website lists stamp buyers, stamp sellers and traders and even lists home pages of individuals that collect stamps.


http://www.1840on.co.uk/ is a useful website with information about stamp clubs, stamp dealers and stamp collectors news. There are also some interesting articles and stamp images. The publisher of the website will even publish your article on stamp collecting if you send it through to him.


Go to www.knowledgehound.com/topics/stampcol.htm if you need to know more about certain stamps or want to find out what a particular stamp is worth?


The website at www.bnaps.org/stamps4kids is interesting for kids who are interested in stamp collecting. The site features advice and more from National Young Philatelic's Society.


Another stamp collecting website that kids will find interesting is www.geocities.com/Heartland/Meadows/8406. From time to time there are free stamps available for visitors there.


These website links have been published in the interests of helping you gain knowledge and expertise in stamp collecting. These wespites are not controlled by us and they will probably change their content and offers from time to time. We at stampheavens are not responsible for that but we would like to stay informed. If you visit one of these sites and find the content unsatisfactory please contact us and let us know. Thanks.


Read more!

Stamp History in Indonesia




Apa itu prangko ?
PRANGKO adalah benda berharga disamping fungsi utamanya sebagai tanda pelunasan porto dan biaya pos , juga merupakan wahana untuk menyampaikan pesan mengenai berbagai kepentingan masyarakat, termasuk carik kenangan bendapos bercetakan prangko. Dengan mempelajari prangko Indonesia anda dapat memperoleh wawasan akan keindahan kepulauan Indoneia dan lain-lain.

Sebelum prangko tercipta, pelunasan biaya pengiriman surat masih dilakukan dengan sejumlah uang tunai. Pembayaran secara tunai ini ada yang harus dibayar terlebih dahulu oleh si pengirim surat tapi ada pula yang harus dibayar oleh sialamat. Prangko pertama diterbitkan di Inggris pada tanggal 6 Mei 1840, setelah itu berkembang ke beberapa negara termasuk Indonesia. Di Indonesia prangko berkembang dengan melalui beberapa periode yaitu :

Masa penjajahan Belanda
Pada masa tersebut di Indonesia telah dipergunakan prangko " Raja Willem III" yaitu pada tahun 1864. Prangko pada zaman Hindia Belanda ini berwarna merah anggur dan memuat gambar Raja Willem III dari Belanda dalam bingkai berbentuk persegi,pada bagian atas prangko terdapat tulisan " 10 cent" dan pada bagian bawahnya memuat tulisan " Postzegel" pada bagian sebelah kiri memuat tulisan " Nederl" dan pada bagian kanan memuat tulisan" Indie".prangko Hindia Belanda pertama ini tidak berperforasi (tanpa gigi), dicetak di negeri Belanda (Utrecht) sebanyak 2.000.000 prangko.Gambar prangkonya dirancang oleh T.W kaisar dari Amsterdam.


Masa Pendudukan Jepang
Sesudah pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada bala tentara jepang tanggal 8 Maret 1942,Pemerintah Sipil dilakukan dibawah Pimpinan Angkatan Perang Jepang. Pada awal Pendudukan Jepang persediaan prangko Jaman Belanda masih banyak.Karena prangko baru belum sempat dicetak ,Prangko-prangko lama tetap dipergunakan dengan membubuhkan cetak tindih yang mempergunakan huruf Jepang. Gambar-gambar cap tersebut ada yang berupa " Binatang" seperti didaerah Aceh,ada yang berbentuk" Palang" seperti di Sumatra utara dan ada yang berwujud "Jangkar" seperti didaerah Indonesia Timur. Cetak tindih tersebut memuat kata "Dai Nippos Yubin Kyoku" . Setelah melalui masa cetak tindih maka pada tahun 1943 diterbitkan prangko-prangko Jepang yang bergambarkan bola dunia dengan peta kerajaan Jepang,kerbau yang sedang membajak,pantai laut dan lain-lain.


Masa perang Mempertahankan kemerdekaan
Bangsa Indonesia tidak melewatkan peluang emas pada hari hari terakhir perang dunia kedua ketika jepang menyerah kepada sekutu dengan memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, tetapi pengambilalihan kekuasaan tidak berjalan dengan mulus,Karena bala tentara Jepang tidak mau menyerahkan kekuasaan dan persenjataan mereka kepada pihak Indonesia.Demikian pula dengan pelayanan pos, selama lebih dari sebulan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI masih ditangani olah Dinas Pos Jepang.

Tetapi tanggal 29 September 1945 ,tentara Belanda yang membonceng tentara sekutu yang bertugas melucuti persenjataan Jepang mendarat di Batavia,terjadilah perang fisik yang paling berdarah dalam sejarah bangsa Indonesia yang menelan korban lebih dari 1 juta jiwa.Perang berlangsung sejak Oktober 1945 s.d akhir 1949.

Dari sudut Filateli masa tersebut sangat menarik karena ada 3 pelayanan pos yang diselenggarakan oleh dua negara yang bermusuhan diatas wilayah yang sama.Dikota-kota besar yang berhasil direbut Belanda berlangsung pelayanan pos dengan menggunakan prangko Ned-Indie,dilain pihak daerah yang masih dikuasai oleh RI pelayanan pos diselenggarakan oleh Djawatan PTT dengan menggunakan Prangko Indonesia. Prangko pertama yang dicetak oleh Pemerintaha Republik Indonesia yaitu "Memperingati setengah tahun merdeka", dalam memperingati 1 tahun Merdeka Pemerintah Indonesia menerbitkan prangko seri Revolusi tanpa perekat yang pada waktu di cetak di jakarta.

Masa Demokrasi Liberal
Pada awal tahun 1950 setelah berakhirnya masa Perang Kemerdekaan, PTT Indonesia memulai lembaran baru dalam sejarahnya.Sebagai akibat taktik bumi hangus gerakan-gerakan gerilya pejuang, berpuluh-puluh Kantor Pos,Kantor Telegrap dan Kantor Telepon hancur. Hal ini merupakan tantangan bagi PTT karena dengan kejadian tersebut merupakan hambatan terhadap lancarnya usaha pengluasan dan pembangunan Jawatan PTT. Salah satu sumber pendapatan Jawatan PTT untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran eksploitasi Perusahaan adalah hasil penjualan benda-benda pos, antara lain berbagai jenis prangko,sampul,warkatpos,kartupos,kupon balasan internasional formulir-formulir dan lain-lain. Dalam memnuhi kebutuhan tersebut maka diadakan pembaharuan kontrak antara Jawatan PTT dengan N.V Joh.Enschede en Zonen di Haarlem (Negeri Belanda) untuk pencetakan prangko harga Rp 1,- keatas dalam masa 5 tahun mulai tanggal 1 Januari 1950.

Pada permulaan tahun 1950 muali terdapat prangko : Prangkjo biasa seri Angka(smelt) yang terbit pada tanggal 1-1-1949, Prangko Biasa seri Bangunan(dengan gambar rumah dan candi) yang terbit pada tanggal 1-9-1949, Prangko Peringatan UPU seri UPU yang terbit pada tanggal 1-10-1949. pada awal 1950 sebagian dari sisa persediaan Prangko Seri Angka dan Seri Bangunan dibubuhi cetak tindih" R.I.S" .dan selama tahun 1950 diterbitkanlah prangko-prangko seperti Prangko RIS yang terbit pada tanggal 17-1-1950,Prangko Peringatan Seri Garuda diterbitkan pada tanggal 17-8-1950 dll.


Masa Demokrasi terpimpin
Pada tahun 1959-1965 banyak juga prangko yang diterbitkan seperti Prangko Biasa, Prangko Peringatan,Prangko Istimewa dan Prangko Amal. Untuk memperingati Dekrit Presiden Soekarno tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan berlakunya kembali Undang-undang dasar 1945 , dikeluarkanlah pada tanggal 17-8-1959 Prangko Peringatan "Berlakunya kembali UUD 1945" prangko tersebut terdiri dari 4 buah dengan harga 20 sen,50 sen,75 sen, Sampul Hari Pertama diterbitkan dengan harga Rp 7,50,-. Pada tanggal 26-10-1959 diterbitkan Prangko Peringatan seri Konperensi Kolombo ke II berhubung diadakannya Konperensi Rencana Kolombo ke II di Yogyakarta.Dalam tahun 1960 dikeluarkan Prangko Peringatan seri " Kongres Pemuda Seluruh Indonesia ", tahun Pengunsi Sedunia, seri Hari Kesehatan Sedunia." Pembasmian Malaria" dan prangko amal seri "Hari Sosial’ dan prangko biasa seri Presiden dan seri Hasil Bumi. Pada tahun 1962 bertalian dengan Asian games ke IV di Jakarta tanggal 22 Agustus 1962 s.d 6 September 1962 diterbitkan seri Asian Games.Pada tahun 1963 diantaranya diterbitkan seri Bendera Merah Putih, dan pada tahun 1964 diterbitkan seri Presiden,Transport dan Komunikasi.

Selama masa Demokrasi Terpimpin ini Jawatan PTT,PN Postel dan PN Pos dan Giro mempunyai fungsi sosial dalam pengumpulan dana bagi badan-badan sosial memberikan hasil bersih dari harga tambahan prangko- prangko amal kepada badan-badan sosial.


Masa Orde Baru
Perkembangan prangko dimasa Orde Baru mulai tangggal 11 maret 1966 s.d akhir tahun 1980, banyak prangko yang telah diterbitkan sebagai contoh mulai dari prangko Pahlawan Revolusi yang terbit pada tahun 1966 s.d prangko Peringatan 10 Tahun AOPTS ( Asian Oceanic Postel Training School) yang terbit pada tanggal 10-9-1980. berbagai jenis prangko telah diterbitkan oleh pemerintah Indonesia semakin hari semakin baik prangko yang diterbitkan baik dari desain maupun bahannya. Untuk dapat melihat jenis prangko-prangko yang telah diterbitkan anda dapat melihat pada katalog prangko Indonesia





Read more!

Thursday, March 30, 2006

Jakarta Philatelic Office Center


Kantor Filateli Jakarta ( KFJ) adalah salah satu Unit Usaha PT Pos Indonesia (Persero) yang mengelola bisnis benda-benda filateli dan usaha usaha lainnya yang berkaitan dengan kegiatan filateli. KFJ terletak ditengah kota yang tidak berjauhan dengan monumen Tugu Monas dan Mesjid Istiqlal yaitu letaknya di Jalan Pos No 2 Jakarta Pusat 10710.

Melalui KFJ, PT Pos Indonesia ingin menunjukkan komitmennya pada perkembangan perfilatelian Indonesia khususnya dan dunia umumnya. Sehingga di KFJ tidak hanya mengedepankan layanan/aktivitas filateli oleh/milik PT Pos Indonesia tapi juga melibatkan layanan/aktivitas yang dilakukan oleh investor, filatelis dan berbagai aktivitas lain yang langsung maupun tidak langsung akan memperkuat infrastruktur perfilatelian Indonesia. Komitmen, disiplin, fleksibilitas, relationship adalah sikap yang dikembangkan SDM KFJ dalam melayani filatelis ( kolektor ).



Read more!

Filateli Bagi Pemula



- Saya ingin sekali mengumpulkan prangko dan belajar berbagai dasar pengetahuan filateli. Bagaimana saya bisa belajar filateli? Pertanyaan seperti ini banyak menggelitik kolektor di Indonesia. Buku-buku filateli umumnya dalam bahasa Inggris atau asing, jarang yang berbahasa Indonesia. Ada sekali pun, tidak mudah diperoleh.

Jangan putus asa. Kata pepatah, 1001 jalan menuju Roma, banyak sekali cara pendapatkan pengetahuan filateli. Tidak cukup buku filateli berbahasa Indonesia, bisa baca koran, majalah dan media massa cetak lain. Lalu digunting, kumpulkan dan kliping, jadilah buku filateli milik pribadi, bisa menjadi kebanggaan bagi diri sendiri.

Itulah sebabnya, dalam beberapa kesempatan, misalnya tahun lalu, ada lomba mengarang filateli. Beberapa tahun lalu ada lomba kliping filateli, dan sebagainya, yang semua itu dimaksudkan untuk mengumpulkan tulisan filateli sebagai bahan pelajaran kita semua. Bahkan sebuah perusahaan kliping memperjualbelikan kliping ini dengan harga sekitar Rp.150.000 per kliping. Tidak murah memang, tetapi juga bukan usaha mudah untuk mengumpulkan tulisan atau berita filteli itu memang.

Bagaimana cara lain? Coba belajar menggunakan komputer. Belajar menggunakan internet. Warung telekomunikasi (Wartel) tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan sudah sampai ke pelosok desa.

Melalui wartel, kita bisa akses internet. Kumpulan tulisan filateli berbahasa Indonesia bisa mudah dijumpai misalnya di http://berifil.com. Karena bayar penggunaan internet per jam, tergantung waktu, sebaiknya jangan buka satu persatu semua tulisan filateli itu. Klik teks judul beritanya sampai mouse ditahan, lalu download ke desktop komputer anda. Selesai download, koneksi internet bisa segera dimatikan. Bukalah setiap waktu file-file tulisan filateli itu. Namun sebaiknya dicopy dulu ke floopy anda, bawa pulang dan lihat di komputer rumah.

Di beberapa negara maju, akses internet juga bisa dilakukan melalui telepon mobil (handphone atau HP). Tulisan atau berita mengenai filateli bisa dibaca pula pada situs Indonesia lain milik Pos Indonesia yaitu http://filateli.wasantara.net.id. Apabila kita cari, pasti ada tulisan atau berita filateli di sana.

Tentu saja bicara internet adalah tidak terbatas. Dengan kemampuan bahasa Inggris kita, bisa mengakses berbagai macam situs internet yang berkaitan dengan filateli. Cara termudah mendapatkannya, klik saja satu situs pencari yang terkenal di dunia, misal yahoo.com, masukkan kata kunci misalnya "prangko" maka akan ke luar semua situs yang berkaitan dengan soal prangko. Atau ketik kata "filateli", "philately", "stamps" dan sebagainya. Dari daftar yang muncul tinggal klik satu per satu dan kita bisa banyak belajar mengenai perfilatelian.

Untuk lebih mudah dan terfokus, bisa pula mengklik situs Love Indonesia Philately dengan URL http://prangko.or.id atau http://prangko.com. Dari sana akan kita jumpai banyak hubungan dengan situs lain, mulai soal pengetahuan filateli, daftar perkumpulan, mencari kode pos dan sebagainya. Termasuk pula Kamus Filateli dengan segala macam arti dan istilah filateli di dalamnya. Semua itu bisa didapatkan dengan gratis. Namun hati-hati, jam internet anda akan terbang dengan cepat dan pembayaran wartel akan sangat mahal. Olehkarena itu gunakanlah waktu sebaik mungkin, konsentrasi hanya kepada pengetahuan filateli yang kita kehendaki saja.

Melalui kemutahiran teknologi ini, memang teramat sangat banyak ilmu yang bisa diperoleh dari sana. Untuk diskusi filateli dengan para penggemar prangko lain, ada sekitar 700 anggota dari sekitar 20 negara, terkumpul pula dalam milis prangko yang bisa menjadi anggota gratis. Cobalah kirim email ke filateli@yahoo.com dan isi formulir di http://newsindo.com/stamptrade.

Para penggemar prangko, mulai yang yunior, pemula maupun yang senior ada di sana. Tentu saja semua tanpa dipungut biaya apa pun dan kita bisa melepaskan diri pula setiap waktu tanpa sanksi apa pun. Misalnya apabila kita merasa tidak berguna lagi bergbung ke dalam milis tersebut, tinggal kirim email unsubscribe, lepaslah email kita dari kelompok tersebut.

Perolehan ilmu juga bisa diperoleh dari membaca buku filateli gratis yang bisa diperoleh melalui download di internet pula. Coba buka situs ini http://suratkabar.com/buku.shtml Dengan mengisi formulir kita akan mendapat username dan password untuk mengaksesnya dan mendownload ke komputer kita.

Membei buku filateli juga bisa mengakses internet ke situs Amazon, misalnya. Tinggal masukkan kata kunci "Stamps", maka semua buku berkaitan dengan soal prangko akan muncul di sana.

Tambahan pengetahuan filateli kita seringkali pula diperoleh dari diskusi sesama filatelis lainnya. Ini pulalah yang diperoleh para filatelis senior kalangan barat. Mereka bisa lebih terbuka, kreatif dan mapan karena banyak berdiskusi satu sama lain lewat diskusi di internet maupun situs-situs yang tersedia.

Bahkan bagi perkumpulan filatelis di Indonesia, bisa memperoleh situs gratis. Dengan terbentuknya situs masing-masing perkumpulan, tentu diharapkan hadir dan merangsang pula masing-masing pribadi, khususnya yang berada di lokasi masing-masing.

Misalnya kita bangun Perkumpulan Filatelis Magelang (PFM) di Jawa Tengah. Untuk memberitahukan kepada umum pembentukan PFM, bisa dibuat situs khusus. Memanfaatkan situs gratis ini bisa dengan memakai nama misalnya http://filatelis.com/magelang. Setelah terbangun situs ini, tentu saja para filatelis Indonesia, termasuk dari negara lain, bisa dengan mudah menghubungi dan mengetahui keberadaan dan saling tukar informasi dengan PFM. Bukankah demikian?

Space gratis tersebut bisa ditanyakan dan dimanfaatkan penggunaannya oleh setiap perkumpulan filatelis yang ada di Indonesia, dengan mengirimkan email ke filateli@yahoo.com

Perpustakaan Filateli

Bagaimana dengan perpustakaan filateli? Di Jakarta sebenarnya ada satu ruangan berisi berbagai macam buku filateli dan pos yang dimaksudkan menjadikan tempat itu sebagai Perpustakaan Filateli. Apabila tempat ini dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para filatelis, dampaknya akan sangat besar bagi peningkatan kemampuan dan pengetahuan para pengumpul prangko.

Meskipun demikian penulis memiliki ide Pustaka Filateli. Ide Pustaka Filateli bukan sekedar perpustakaan belaka, tetapi terintegrasi untuk membuat satu paket inisiatif mengumpulkan dan membentuk kumpulan database (sumber data) bagi segala sesuatu yang berkaitan dengan filateli.

Segala kegiatan filateli dibuat semacam laporan disimpan bersama dalam sebuah sarana, apakah itu fisik dalam sebuah lemari atau di dalam komputer dan disebarluaskan bersama untuk keperluan bersama.

Demikian segala sesuatu tulisan atau bahan tulisan apa pun berkaitan dengan filateli, dikumpulkan bersama untuk dimanfaatkan bersama. katakanlah salam sebuah perkumpulan filateli di suatu desa ada 10 anggota beserta pengurus. Siapa pun yang berkesempatan melihat dan membaca artikel filateli di sebuah koran Indonesia, dikliping lalu diserahkan kepada koordinator pustaka filateli. Koordinator ini memberitahukan kepada semua anggota bahwa telah tersedia bahan baru untuk dimanfaatkan bersama.

Dengan kemajuan teknologi dan khususnya di kota besar seperti Jakarta, pustaka filateli ini bisa dibentuk di dalam sebuah server komputer atau bisa pula dalam bentuk jaringan server bersama namun sistim tertutup (close system).

Jaringan bersama ini mengaitkan semua komputer kepengurusan utama perkumpulan filatelis yang ada di Indonesia. Semua data disimpan di server utama dan para pengurus dari semua perkumpulan filatelis di mana pun di Indonesia, bisa mengakses database tersebut. Berarti dari semua komputer pengakses itu, apabila masing-masing memiliki data, juga bisa dimasukkan ke server utama itu sehingga bisa dimanfaatkan pengurus lain di lain daerah. Tentu dengan username dan password yang telah diberikan, sehingga terjejak mudah apabila ada yang melakukan hal-hal negatif.

Nah dari setiap komputer pengurus itulah data bisa disebarluaskan lagi ke semua anggota yang membutuhkannya.

Inilah salah satu bentuk pustaka filateli berteknologi mutahir dengan manfaat sangat besar bagi kemajuan perfilatelian bersama.

Pustaka filateli ini juga bisa dibentuk secara fisik baik di sekolah, atas dukungan para guru dan kepala sekolah tentu, maupun di perkumpulan atau kelompok filatelis kecil di mana-mana di Indonesia. Ingatlah pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Dimulai dari satu tim yang beranggotakan misal 5 orang. Apbila dilakukan pengumpulan data bersama dan pertemuan rutin katakanlah sebulan sekali atau 2 minggu sekali, pasti data tim kecil ini semakin baik dan akan menarik bagi calon anggota lain untuk bergabung.

Data tersebut tentu saja bisa disebarluaskan dan dibahas bersama. Apabila ada pertanyaan, diajukan kepada filatelis senior, baik melalui surat maupun melalui email. Dalam hal ini tentu peranan guru akan sangat berpengaruh untuk membimbing aktiitas dan menjaga kesinambungan aktivitas tersebut.

Penulis Filateli

Di Indonesia sebenarnya ada Himpunan Penulis Filateli Indonesia atau HIPFIL. Wadah ini sudah ada di Indonesia sejak 19 April 1987. namun dengan kepergian ketuanya ke luar negeri, wadah ini tampak kurang berjalan lagi. Info lebih lanjut silakan baca situs ini http://hipfil.net

Melalui wadah para penulis filateli, pengumpulan tulisan dan berita mengenai filateli bisa dilakukan. Bahkan wadah ini dulu pernah menerbitkan satu majalah teratur setiap bulan dengan nama FILAS berwarna sampul merah tua.

Majalah ini untuk mengisi kekosongan buku filateli berbahasa Indonesia. segala macam artikel atau berita terkait dengan pos dan filateli muncul di sana dan disebarluaskan ke berbagai anggotanya sehingga menambah wawasan serta pengetahuan flateli para anggotanya.

Memang, pada umumnya pengetahuan filateli diperoleh dari membaca sebuah buku. PT Pos Indonesia saat ini setahu penulis memiliki beberapa buku tipis pengetahuan filateli untuk para pengumpul prangko pemula. Apakah untuk dijual atau dibagikan gratis, mungkin bisa ditanyakan ke Kantor Filateli Jakarta (KFJ) , Jl. Pos No.2, Jakarta Pusat. Di alamat ini pula terdapat markas besar Perkumpulan Filatelis Indonesia dengan perpustakaan filateli yang bisa dimanfaatkan umum di sana. Cobalah meluangkan waktu mampir, katakanlah hari Sabtu saat libur kerja anda.

Beberapa tahun lalu buku filateli milik Pos Indonesia itu dibagikan gratis kepada masyarakat khususnya melalui sekolah-sekolah. Entahlah saat ini di masa ekonomi Indonesia masih belum pulih benar.

Cara lain lagi memperoleh pengetahuan filateli dengan ke perpustakaan asing, misalnya di British Council atau pusat kebudayaan Inggris, Amerika Amerikat dan Perancis. Siapa tahu ada buku filateli atau buku pengetahuan mengenai prangko di sana.

Dengan demikian bisa kita simpulkan bersama, sebenarnya memang banyak sekali cara untuk meningkatkan atau menambah wawasan dan pengetahuan filateli kita.

Terpenting dari semuanya, ada kemauan atau niat untuk memajukan diri kita sendiri. Ibaratnya berpuasa, ada niat kuat untuk berpuasa, maka tentu puasa kita bisa berjalan dengan lancar.

Belajar filateli pun demikian. Ada niat kuat untuk memajukan diri sendiri, sangatlah utama. tentu menjadi nilai tambah apabila kreativitas kita bisa diasah setajam mungkin sehingga segala cara pun bisa dilakukan untuk meningkatkan ilmu itu sendiri.

Jangan lupa pula dan jangan malu, untuk berdiskusi dengan para senior filatelis, umumnya berada di kantor perkumpulan filatelis atau saat pertemuan para filatelis di berbagai daerah, biasanya pada hari Minggu.

Di Jakarta pertemuan filatelis diadakan setiap Minggu pertama dan ketiga di alamat yang sama dengan KFJ di atas. Untuk lebih lengkap dan jelasnya, silakan hadir dan tanyakan dengan para pengurus PFI di sana.

Akhirnya selamat mencoba, tingkatkan selalu niat kita untuk belajar dan jangan cepat putus asa. Bersabar dan teliti selalu. Pasti kita bisa berkembang dengan baik apabila semua ini dilakukan berkesinambungan.

Richard Susilo


Read more!

Wednesday, March 29, 2006

Stamp Collecting an Educational Past Time



Stamp collecting, also known as philately, is a popular and educational past time. Stamp collectors save stamps from letters, especially those from other countries. They also search out old stamps that represent a past time.

Stamp enthusiasts can be found everywhere. Their notebooks and glassine envelopes filled with stamps are fascinating to look through. Many of the stamps they collect are very valuable as well.
Materials needed for starting a stamp collection include a stamp album and special mounting tapes called hinges.

Tools you will find useful are a pair of small tongs or tweezers for carefully lifting delicate old stamps and a magnifying glass for finding minute details. The beginning philatelist can start with the stamps on the mail that arrives this very day. To remove a stamp from an envelope, carefully tear away the envelope from around the stamp being careful not to tear the stamp itself. Now soak the stamp in warm water. The remaining piece of envelope will turn loose, allowing you to lift the stamp from the water with the tongs.
Lay the stamp on absorbent paper. When dry, place a heavy book on top of the stamp to flatten it.

As a past time, stamp collecting requires precision and neatness. Place the dried and flattened stamp in the album by using one of the hinges, or store it in one of the tiny glassine envelopes unique to stamp collecting.
Many collectors specialize in collecting currently available commemoratives as a past time. Stamp designs are varied, beautiful and interesting. Commemoratives are those special stamps that are released by the post office for a limited time. They can commemorate special people or events.

Most nations print commemorative stamps from time to time. American stamps have featured wild life, artists, antiques, and many other themes. In fact, there is an annual contest in which American school children compete to draw the best picture of a wild duck. The best duck art is featured on a stamp.
A fun way for a young person to build a collection of foreign stamps is to find a few pen pals in foreign countries. This activity helps people make friends as well as broadening their outlook.

There are also companies that will send out introductory collections of foreign stamps in order to get stamp collecting customers on their mailing lists. These collections are usually colorful and contain a wide variety.
Stamp collecting is an educational past time. Stamp collections can sometimes become very valuable to the right people. If you are looking for a new hobby or past time, stamp collecting might be for you!

Read more!

Stamp Collecting Tips

Stamp collecting is an age-old hobby that holds the interest of millions of people the world over. Stamp collecting began in the 1840s when the first stamps were issued. "Stamp madness," or "timbromania" swept through Europe and spread worldwide. Stamp collecting is not as popular as it once was, but there are still an estimated 25 million people in the US alone and over 200 million around the world who still collect.

It is not hard to get started in the infamous art of stamp collecting, nor is it overly expensive. There are a few must have items needed to begin: tweezer-like tongs to handle stamps, a magnifying glass, a stamp album, and of course, the stamps.

The first thing to decide is what type of stamps you wish to collect. Many people collect new stamps and just as many collect used ones; it is all a matter of personal preference. If collecting new stamps, there are thousands of Internet sites selling stamps, there are dealers all over the world that sell them, and there are even stamp auctions. If collecting used stamps, most people will save stamps off of their mail and also save the stamps off of all their friends and families mail. One of the cheapest ways to start a large collection is buying a roll of used stamps from a collector. You can get 1000 mixed stamps for as low as $12.00.

Many people only collect stamps from their respective countries, then there are some that collect worldwide stamps. If you like a specific theme of stamp you can collect just that one type, such as birds, ships, planes, animals, or even celebrities. The types of stamps are as different as the people that collect them. It is often a good idea to start with a general collection until you decide exactly what type of stamp interests you.

After there are a good number of stamps in your collection they need to be sorted. Most people will sort their stamps by countries and or themes. Then go another step further and arrange them alphabetically. This will make stamps much easier to find.

When stamps have been accumulated, it is essential that you know the proper ways to care for stamps so as not to ruin them. In order to remove the stamp from the envelope, first cut around the stamp carefully. Place the stamp face-up in a bowl of luke-warm water and let it soak for about 20 minutes. When the stamp comes off carefully put the stamp on a dry towel then use the special stamp tweezers to put it into an album.

If looking for more information on stamps and stamp collecting, the local post office is a good place to start. They usually have separate philatelic counters. Some larger post offices also sell a Stamp Collecting Start-up Kit. As a source for more information there are also stamp clubs, magazines and stamp catalogues, or experienced stamp dealers.



Read more!

HOw To Make Money With Your Hobby

Millions of people all over the world collect stamps as a hobby, and the number is growing every day. It is indeed an exciting and rewarding hobby, and it can also be extremely profitable. The price of stamps vary with supply and demand due to the number of collectors increasing. The price of stamps is steadily rising, as the supply of stamps diminishes and more people want to acquire them.

Most people start a collection for the pleasure and education just like any other hobby, but this hobby offers a financial reward as well, as collections experience a steady increase over the years. It is possible to start your own business if you are experienced, and already have a good size collection. For information about becoming a dealer, write to the American Stamp Dealer's Association, 147 W 42nd Street, New York, NY 10036.

HOW TO START:

Some people very early in life collect stamps, it often begins as a gift of a small package of stamps given to a child, and the child becomes a collector for life. As the collection grows, some tools become essential:

* Stamp album
* Hinges
* Magnifying glass and tongs

They can be obtained from a stationary store or your local stamp dealer.

You can find albums at any price, starting from about $5.00 to the most expensive one at about $200.00.

Stamps should always be handled carefully, because the condition is a very important factor to determine the price of resale value. The various grades of stamps are: mint, very fine, fine, good and poor. Specimen in outstanding condition often sell at many times their catalog value, which is the reason not to mishandle any stamp, which could drastically reduce their value.

If you want to know if you have valuable stamps in your collection and are really serious about persuing this hobby, you can buy the Scot's Standard Postage Stamp catalog which lists every stamp in the world. This is a three volume encyclopedia and is the complete reference. You can also consult it at your local library if you don't want to go into the expense for the time being.

To start your collection, ask everybody you know to save you stamps they get from different countries, also go through old letters and small boxes hidden in your attic, chances are that you will be surprised to see how much you can find. Other cheap sources of supply are flea markets and garage sales. Start swapping when you have doubles. There are many philatelic clubs all over the country and it would be very advisable for a serious collector to belong to one.

This way you will become educated in this field and learn everything you can before you spend money on your collection. Stamp clubs also provide their members with possibilities to exchange and sell your stamps. You should also read as much as you can about stamps by subscribing to a philatelic magazine.

WHERE TO SELL YOUR STAMPS:

Stamps are like any other commodity, you can always go to a dealer who will offer you the current wholesale value of your stamps, but you can do much better by selling to other stamp collectors by advertising in magazines and newspapers specialized in stamp collecting.

Check several current issues of those magazines, it will enable you to compare the ads with what you have to offer. If you want to buy stamps as an investment, try to buy few moderately expensive stamps a year. Always buy quality instead of quantity, and diversify, do not invest heavily in a single area.

It is our opinion that stamp collecting is one of the best ways--and safest--to keep up with inflation.



Read more!

Monday, March 27, 2006

For Beginner Stamps Collector


If you are new at collecting stamps, one of the best ways to start is to ask family and friends. Grandparents tend to save mementoes from the past, especially letters and postcards from loved ones. If you have friends that work in high traffic areas, i.e., places where mail from different parts of the world either crosses their desk or is sent to their department, that is a wonderful opportunity to increase or start your collection.

Another effective way is to buy packets of stamps. Very few people when first starting immediately go for the expensive and rare stamps. Stamps bought in this way can be themed (for example stamps from all around the world depicting things such as animals, national parks or ships) or on a country-by-country basis.


Keeping stamps safely


To keep stamps safely they should be kept in an album or stock sheet, or even in a clean containers. Don't leave stamps lying around the house.
Most collectors, when working with their stamps, handle them with stamp tongs. While resembling tweezers, they do not have the sharp tip, and, if used properly, will not damage a stamp. The use of tongs prevents damage to the stamp from skin oils or rough handling. Stamp tongs are available from most stamp dealers.



Read more!

Indonesia Philately Community





data source : Mulyana Sadioen, Bandung (23 Agustus 2002)

PP PERKUMPULAN FILATELIS INDONESIA
Jl. Pos no. 2 ph : 021-3518711
Jakarta 10710 fax : 021-3518710

1. PD PFI DI ACEH
Ketua : Heri Efrian
Kantor PT Pos Indonesia Banda Aceh
ph : 0651-21425 KPB.Aceh : Syukri
Banda Aceh 23000 ph : 0651-25925 Heri Efrian

2. PD PFI SUMATRA UTARA
Ketua : Drs. Syahniman
Jl. Belat 17
Medan 20222 ph : 061-658077 Syahniman

3. PD PFI SUMATRA BARAT
Ketua : Ir. Amli Kamal

ph : 0751-27815 KP Padang
Jl. Mawar Putih L-26
ph : 0751-498211 Ir. Amli Kamal
Padang 25126
ph : 0751-56138 Ir. Amli Kamal
ph : 0751-59733 Armaidi Tanjung

4. PD PFI RIAU
d.a Efriagus MYY
Jl. Zebra 27 Pekanbaru 28112
ph : 0761-29353 Efriagus
or KP Pbr 28000, Jl Sudirman no. 229
ph : 0761-23662 KP (Bpk Sucipto)
Pekanbaru 28111
ph: 0761-36733 Jon Hardi

5. PD PFI JAMBI
Ketua : Awaluddin Haldi, S.Ag, RFC
Jl. Arjuna, Lrg. Marene
ph : 0741-570310 Awaluddin
Gg. Serati RT 28/08 no. 68

ph : 0741-22139/22107 Andi G
Kel. Talang bakung, Jambi 36139
Kotak Pos 166 jambi 36001

ph : 0741-62961 Dr. Johan
Jambi 36001

6. PD PFI BENGKULU
Ketua : Herman Suryadi
Jl Unib Permai IV C No. 20

ph : 0736-28727 Herman Suryadi
Blok 6 Bengkulu 38126
ph : 0736-21140 Ka.KP
PO Box 1160 Bengkulu 38001

7. PD PFI SUMATRA SELATAN
d.a Indra Kurniawan
ph : 0711-815940 Indra K
Jl. Bukit Sulap A-20 RT 23
ph : 0711-350443 Thamrin MK
Kenten Permai I
ph : 0711-321224 Zaitun Jeihan Palembang 30114

8. PD PFI LAMPUNG
Ketua : Hery Mulya Negara Fatah, SE, RFC
Jl Pakis Blok P No 23
ph : 0721-270880 Hery MN
Bandar Lampung 35158
ph : 0721-271607 Hery MN

9. PD PFI DKI JAKARTA
Ketua : J. Haribowo
d/a Perkumpulan Filatelis Indonesia
Jl. Pos 2 Jakarta 10710
ph : 021-3518710
PO Box 4445 Jkp 10044
ph : 021-4513301 Sri Utami

10. PD PFI JAWA BARAT
Ketua : HMA Sampurna
d/a Sekretariat PD PFI Jawa Barat
ph : 022-4206195 p159 Tjetjep Juhanda
Gedung Pusat II PT Pos Indonesia
Jl. LLRE Martadinata 56

ph : 022-705674 Bambang Greggie
Bandung 40135
ph : 022-705412 Dade
PO Box 1356 Bandung 40013
ph : 022-705417 drs. Gunawan

11. PD PFI JAWA TENGAH
Ketua II : R. Sampoerno
Jl. Mahesa Barat II/47
ph : 0271-633795 Donna Wiwik M
Semarang 50192

ph : 024-317039
or Jl. Letjen S. Parman 42 Solo 57133
ph : 024-413628 Didiek Djarwadi

12. PD PFI DI YOGYAKARTA
Ketua : Sri Soedono Pr
Perum Banteng Baru 3/24
Jl Kaliurang KM 8
ph : 0274-511319 Watik Gandhi
Yogyakarta 55581
ph : 0274-880351 Sri Soedono
or Jl. Ratmakan Gm 1/647 Yogyakarta 55122

13. PD PFI JAWA TIMUR
Ketua : Ir Eddy Indrayana
ph : 031-3535340 (Romadhon H)
d/a Romadhon Hariyanto
ph : 031-339855
Jl. Dupak Jaya VI/45
fax : 031-3528647
Surabaya 60171
ph : 0816-515171 (Said Faisal)
PO Box 1667 Surabaya 60016
ph : 031-578118 (Ryantori)
ph : 031-5936113-5991908 (Agus W)

14. PD PFI BALI
ph : 0366-23479 (Gede Ngr Surya H)
Ketua : HA Pranoto Partosentoso
fax : 0361-975231 (Gede Ngr Surya H)
Jl Gunung Batukaru No 72
ph : 0361-481380
Perumnas Munang Maning
ph : 0361-223566 I Ny Sukadana
Denpasar, Bali 80119
ph : 0361-481380/422210 Ketua
ph : 0362-23720 Achmad Makkawi

15. PD PFI NUSA TENGGARA BARAT
Ketua : Drs. Abdul Basri
d/a Vita Puspita, Sekretaris PD PFI Daerah NTB
ph : 0370-35874 (Wayan Sugusta)
Jl. Danau Towuti No.30 BTN
ph : 0370-34805 (Wayan Sugusta)
Ragutan Permai, Mataram 83117
ph : 0364-21024

16. PD PFI NUSA TENGGARA TIMUR
Ketua : Drs. Refafi Kana
Jl Amabi No 15 Kupang 85117
Kotak Pos 35 Atambua
Belu - NTT 85711
ph : 0389-21203 Ka.KP

17. PD PFI KALIMANTAN BARAT
Edi Setiawan S
ph : 0561-30645 Tedy Tjahjadi
d/a Tedy Tjahjadi
Jl Bukit Barisan No. 55
Pontianak 78115
ph : 0561-38848

18. KALIMANTAN TENGAH
ph : 0536-36786 (Rina Adhika)
Ketua : Drs. Rizali Mankin, MS
ph : 0536-24489 (KP : Rina Adhika)
Jl. Virgo II No. 63 Tunjung Nyaho
ph : 0536-25867 Rizali Mankin
(Komplek AMACO), Palangkaraya 73112

fax : 0536-22570
ph : 0514-22311 Musidarmanto

19. KALIMANTAN SELATAN
Ketua : Ir Darhani Hs
Jl. Pendidikan Gg Penghulu No 30 c
Rt 3/VI Martapura 70614
ph : 0511-91518

20. KALIMANTAN TIMUR
Ketua : B.T. Chandra
Jl Kedondong V. No 81 RT 65 Komp. Voorfo Segiri
PO Box 1126
Samarinda 75123
ph : 0541-41460 / 42906

21. PD PFI SULAWESI UTARA
Ketua : F.H. Nelwan
Jl. TNI 3 Lrg. Cempaka 39
ph : 0431-857592 FH Nelwan
Tikala Ares, Manado 95124
ph : 0431-852301 KP Manado

22. PD PFI SULAWESI TENGAH
Ketua : Barnetje Ferny Pangau
Jl. Dewi Sartika No. 17 A Palu 94114
Kotak Pos 200 Palu 94001
ph : 0451-481527 Nenny Pangau

23. PD PFI SULAWESI SELATAN
ph : 0421-23536 Sudirman (Sekr)
Ketua : Ir HM Basri Padapi
ph : 0421-921366 Sudirman (Sekr)
d.a Ir Sudriman AP

ph : 0411-21490 Soni Ho
PO Box 4 ph : 0411-853741 KP Up.Pare Pare 91101
ph : 0411-874486 Ani Gafur

24. PD PFI SULAWESI TENGGARA
Ketua : Drs. Suleman
Jl. Salangga
ph : 0401-391819 Suleman Lr. Beringin No 6
ph : 0401-23089 KP Kendari
Kendari 93231
ph : 0401-22015 Ricky Ridwan
Kotak Pos 25 Kendari

25. PD PFI MALUKU
Ketua : E Sumeleh
d/a Kantor PT Pos Indonesia Amboina
ph : 0911-54488 Ny Dorlina Diyon
ph : 0911-42001 E. Sumeleh

26. PD PFI IRIAN JAYA
Ketua : EKM Pangaribuan SE
Jln Raya Abepura No 08 Entrop
Jayapura 99224
ph : 0967-83321 EKM Pangaribuan



Read more!

Stamp Museum Of Indonesia

The idea of holding a permanent exhibition of stamps in Taman Mini Indonesia Indah in Jakarta was expressed for the first time by Madam Tien Soeharto, wife of the second Indonesian President when she was visited the stamp exhibition that was held by Posts and Giro Public Corporation (now Pos Indonesia Inc,) on The 6th Asia Pasific Scout Jamboree that was held at Cibubur in June 1981.

This museum is built on land with an area of 9,950 square metres on the right side of Komodo Museum and decorated with carvings in the styles typical of Bali and Java. On either side of the stamp Museum, there are two building of 204 square metres each for management office and Branch Post Office providing postal services to visitors and customers.

Indonesian Stamp Museum consist of eight show cases tells about: the History of stamps; The Stamp printing; The Stamp issued by period I & II; The Stamp by the Theme I & II; Philately; and Other Philatelic Items. Philately is a hobby of collecting, cure, and studying stamp and other things relation to stamps and payment of despatch, such as First Day Cover, Souvenir Sheet, Carnet, Maximum Card, Commemorative Cover, etc. If you want to complete your collections, we provide philatelic items here in Indonesian Stamp Museum.


Read more!

Sunday, March 26, 2006

Stamp History



The first postage stamp, the One Penny Black, was issued by Britain in 1840. It pictured a young Queen Victoria, was produced without perforations (imperforate), and consequently had to be cut from the sheet with scissors in order to be used. While unused examples of the "Penny Black" are quite scarce, used examples are common, and may be purchased for $25 to $150, depending upon condition.


Children and teenagers were early collectors of stamps in the 1860s and 1870s. Many adults dismissed it as a childish pursuit.

During the late 1800s many of those collectors, now adults, began to systematically study the available postage stamps and published research works on their production, plate flaws, etc.


It was not until the 1920s that publicity about valuable stamps encouraged a large increase in the number of stamp collectors. This rapid increase in postage stamp values was largely due to very few of the older stamps being saved in good condition. Especially difficult to find were pairs, triples, and large blocks of older stamps.

Because many U.S. stamp issues of the 1920s rose rapidly in value, during the 1930s many American collectors stockpiled mint U.S. stamps with the hopes of selling them for a sizeable profit in a few years' time. This never materialized. Even today, more than 60 years later, one can find many 1930s U.S. issues in mint condition for close to face value, and many stamp dealers and collectors still use stamps issued as far back as the 1930s for postage when mailing letters.

Most U.S. postage stamps issued since the 1930s are easy to obtain and have minimal value. Some high face value stamps, such as the $2.60 United States Graf Zeppelin issued in 1930, are worth substantial amounts of money. Other stamps issued since 1930 that are usually worth something are souvenir sheets from popular countries, hard to find plate number coils, and errors in printing.



Read more!

Stamp Collecting




is the collecting of postage stamps and related objects, such as covers (envelopes or packages with stamps on them). It is one of the world's most popular hobbies, with estimates of the number of collectors ranging up to 20 million in the U.S. alone. See: Miniature sheet

Collecting is not the same as philately, which is the study of stamps. A philatelist often does, but need not, collect the objects of study, nor is it necessary to closely study what one collects. Many casual collectors enjoy accumulating stamps without worrying about the tiny details, but the creation of a large or comprehensive collection generally requires some philatelic knowledge.


Stamp collectors are an important source of revenue for some small countries who create limited runs of elaborate stamps designed mainly to be bought by stamp collectors. The stamps produced by these countries far exceed the postal needs of the countries.

Some collectors, observing the generally rising prices of rare stamps, have taken to Philatelic Investment. Rare stamps are among the most portable of tangible investments, and are easy to store. They offer an attractive alternative to art, other collectible investments, and precious metals.



Read more!