Thursday, March 30, 2006

Filateli Bagi Pemula



- Saya ingin sekali mengumpulkan prangko dan belajar berbagai dasar pengetahuan filateli. Bagaimana saya bisa belajar filateli? Pertanyaan seperti ini banyak menggelitik kolektor di Indonesia. Buku-buku filateli umumnya dalam bahasa Inggris atau asing, jarang yang berbahasa Indonesia. Ada sekali pun, tidak mudah diperoleh.

Jangan putus asa. Kata pepatah, 1001 jalan menuju Roma, banyak sekali cara pendapatkan pengetahuan filateli. Tidak cukup buku filateli berbahasa Indonesia, bisa baca koran, majalah dan media massa cetak lain. Lalu digunting, kumpulkan dan kliping, jadilah buku filateli milik pribadi, bisa menjadi kebanggaan bagi diri sendiri.

Itulah sebabnya, dalam beberapa kesempatan, misalnya tahun lalu, ada lomba mengarang filateli. Beberapa tahun lalu ada lomba kliping filateli, dan sebagainya, yang semua itu dimaksudkan untuk mengumpulkan tulisan filateli sebagai bahan pelajaran kita semua. Bahkan sebuah perusahaan kliping memperjualbelikan kliping ini dengan harga sekitar Rp.150.000 per kliping. Tidak murah memang, tetapi juga bukan usaha mudah untuk mengumpulkan tulisan atau berita filteli itu memang.

Bagaimana cara lain? Coba belajar menggunakan komputer. Belajar menggunakan internet. Warung telekomunikasi (Wartel) tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan sudah sampai ke pelosok desa.

Melalui wartel, kita bisa akses internet. Kumpulan tulisan filateli berbahasa Indonesia bisa mudah dijumpai misalnya di http://berifil.com. Karena bayar penggunaan internet per jam, tergantung waktu, sebaiknya jangan buka satu persatu semua tulisan filateli itu. Klik teks judul beritanya sampai mouse ditahan, lalu download ke desktop komputer anda. Selesai download, koneksi internet bisa segera dimatikan. Bukalah setiap waktu file-file tulisan filateli itu. Namun sebaiknya dicopy dulu ke floopy anda, bawa pulang dan lihat di komputer rumah.

Di beberapa negara maju, akses internet juga bisa dilakukan melalui telepon mobil (handphone atau HP). Tulisan atau berita mengenai filateli bisa dibaca pula pada situs Indonesia lain milik Pos Indonesia yaitu http://filateli.wasantara.net.id. Apabila kita cari, pasti ada tulisan atau berita filateli di sana.

Tentu saja bicara internet adalah tidak terbatas. Dengan kemampuan bahasa Inggris kita, bisa mengakses berbagai macam situs internet yang berkaitan dengan filateli. Cara termudah mendapatkannya, klik saja satu situs pencari yang terkenal di dunia, misal yahoo.com, masukkan kata kunci misalnya "prangko" maka akan ke luar semua situs yang berkaitan dengan soal prangko. Atau ketik kata "filateli", "philately", "stamps" dan sebagainya. Dari daftar yang muncul tinggal klik satu per satu dan kita bisa banyak belajar mengenai perfilatelian.

Untuk lebih mudah dan terfokus, bisa pula mengklik situs Love Indonesia Philately dengan URL http://prangko.or.id atau http://prangko.com. Dari sana akan kita jumpai banyak hubungan dengan situs lain, mulai soal pengetahuan filateli, daftar perkumpulan, mencari kode pos dan sebagainya. Termasuk pula Kamus Filateli dengan segala macam arti dan istilah filateli di dalamnya. Semua itu bisa didapatkan dengan gratis. Namun hati-hati, jam internet anda akan terbang dengan cepat dan pembayaran wartel akan sangat mahal. Olehkarena itu gunakanlah waktu sebaik mungkin, konsentrasi hanya kepada pengetahuan filateli yang kita kehendaki saja.

Melalui kemutahiran teknologi ini, memang teramat sangat banyak ilmu yang bisa diperoleh dari sana. Untuk diskusi filateli dengan para penggemar prangko lain, ada sekitar 700 anggota dari sekitar 20 negara, terkumpul pula dalam milis prangko yang bisa menjadi anggota gratis. Cobalah kirim email ke filateli@yahoo.com dan isi formulir di http://newsindo.com/stamptrade.

Para penggemar prangko, mulai yang yunior, pemula maupun yang senior ada di sana. Tentu saja semua tanpa dipungut biaya apa pun dan kita bisa melepaskan diri pula setiap waktu tanpa sanksi apa pun. Misalnya apabila kita merasa tidak berguna lagi bergbung ke dalam milis tersebut, tinggal kirim email unsubscribe, lepaslah email kita dari kelompok tersebut.

Perolehan ilmu juga bisa diperoleh dari membaca buku filateli gratis yang bisa diperoleh melalui download di internet pula. Coba buka situs ini http://suratkabar.com/buku.shtml Dengan mengisi formulir kita akan mendapat username dan password untuk mengaksesnya dan mendownload ke komputer kita.

Membei buku filateli juga bisa mengakses internet ke situs Amazon, misalnya. Tinggal masukkan kata kunci "Stamps", maka semua buku berkaitan dengan soal prangko akan muncul di sana.

Tambahan pengetahuan filateli kita seringkali pula diperoleh dari diskusi sesama filatelis lainnya. Ini pulalah yang diperoleh para filatelis senior kalangan barat. Mereka bisa lebih terbuka, kreatif dan mapan karena banyak berdiskusi satu sama lain lewat diskusi di internet maupun situs-situs yang tersedia.

Bahkan bagi perkumpulan filatelis di Indonesia, bisa memperoleh situs gratis. Dengan terbentuknya situs masing-masing perkumpulan, tentu diharapkan hadir dan merangsang pula masing-masing pribadi, khususnya yang berada di lokasi masing-masing.

Misalnya kita bangun Perkumpulan Filatelis Magelang (PFM) di Jawa Tengah. Untuk memberitahukan kepada umum pembentukan PFM, bisa dibuat situs khusus. Memanfaatkan situs gratis ini bisa dengan memakai nama misalnya http://filatelis.com/magelang. Setelah terbangun situs ini, tentu saja para filatelis Indonesia, termasuk dari negara lain, bisa dengan mudah menghubungi dan mengetahui keberadaan dan saling tukar informasi dengan PFM. Bukankah demikian?

Space gratis tersebut bisa ditanyakan dan dimanfaatkan penggunaannya oleh setiap perkumpulan filatelis yang ada di Indonesia, dengan mengirimkan email ke filateli@yahoo.com

Perpustakaan Filateli

Bagaimana dengan perpustakaan filateli? Di Jakarta sebenarnya ada satu ruangan berisi berbagai macam buku filateli dan pos yang dimaksudkan menjadikan tempat itu sebagai Perpustakaan Filateli. Apabila tempat ini dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para filatelis, dampaknya akan sangat besar bagi peningkatan kemampuan dan pengetahuan para pengumpul prangko.

Meskipun demikian penulis memiliki ide Pustaka Filateli. Ide Pustaka Filateli bukan sekedar perpustakaan belaka, tetapi terintegrasi untuk membuat satu paket inisiatif mengumpulkan dan membentuk kumpulan database (sumber data) bagi segala sesuatu yang berkaitan dengan filateli.

Segala kegiatan filateli dibuat semacam laporan disimpan bersama dalam sebuah sarana, apakah itu fisik dalam sebuah lemari atau di dalam komputer dan disebarluaskan bersama untuk keperluan bersama.

Demikian segala sesuatu tulisan atau bahan tulisan apa pun berkaitan dengan filateli, dikumpulkan bersama untuk dimanfaatkan bersama. katakanlah salam sebuah perkumpulan filateli di suatu desa ada 10 anggota beserta pengurus. Siapa pun yang berkesempatan melihat dan membaca artikel filateli di sebuah koran Indonesia, dikliping lalu diserahkan kepada koordinator pustaka filateli. Koordinator ini memberitahukan kepada semua anggota bahwa telah tersedia bahan baru untuk dimanfaatkan bersama.

Dengan kemajuan teknologi dan khususnya di kota besar seperti Jakarta, pustaka filateli ini bisa dibentuk di dalam sebuah server komputer atau bisa pula dalam bentuk jaringan server bersama namun sistim tertutup (close system).

Jaringan bersama ini mengaitkan semua komputer kepengurusan utama perkumpulan filatelis yang ada di Indonesia. Semua data disimpan di server utama dan para pengurus dari semua perkumpulan filatelis di mana pun di Indonesia, bisa mengakses database tersebut. Berarti dari semua komputer pengakses itu, apabila masing-masing memiliki data, juga bisa dimasukkan ke server utama itu sehingga bisa dimanfaatkan pengurus lain di lain daerah. Tentu dengan username dan password yang telah diberikan, sehingga terjejak mudah apabila ada yang melakukan hal-hal negatif.

Nah dari setiap komputer pengurus itulah data bisa disebarluaskan lagi ke semua anggota yang membutuhkannya.

Inilah salah satu bentuk pustaka filateli berteknologi mutahir dengan manfaat sangat besar bagi kemajuan perfilatelian bersama.

Pustaka filateli ini juga bisa dibentuk secara fisik baik di sekolah, atas dukungan para guru dan kepala sekolah tentu, maupun di perkumpulan atau kelompok filatelis kecil di mana-mana di Indonesia. Ingatlah pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Dimulai dari satu tim yang beranggotakan misal 5 orang. Apbila dilakukan pengumpulan data bersama dan pertemuan rutin katakanlah sebulan sekali atau 2 minggu sekali, pasti data tim kecil ini semakin baik dan akan menarik bagi calon anggota lain untuk bergabung.

Data tersebut tentu saja bisa disebarluaskan dan dibahas bersama. Apabila ada pertanyaan, diajukan kepada filatelis senior, baik melalui surat maupun melalui email. Dalam hal ini tentu peranan guru akan sangat berpengaruh untuk membimbing aktiitas dan menjaga kesinambungan aktivitas tersebut.

Penulis Filateli

Di Indonesia sebenarnya ada Himpunan Penulis Filateli Indonesia atau HIPFIL. Wadah ini sudah ada di Indonesia sejak 19 April 1987. namun dengan kepergian ketuanya ke luar negeri, wadah ini tampak kurang berjalan lagi. Info lebih lanjut silakan baca situs ini http://hipfil.net

Melalui wadah para penulis filateli, pengumpulan tulisan dan berita mengenai filateli bisa dilakukan. Bahkan wadah ini dulu pernah menerbitkan satu majalah teratur setiap bulan dengan nama FILAS berwarna sampul merah tua.

Majalah ini untuk mengisi kekosongan buku filateli berbahasa Indonesia. segala macam artikel atau berita terkait dengan pos dan filateli muncul di sana dan disebarluaskan ke berbagai anggotanya sehingga menambah wawasan serta pengetahuan flateli para anggotanya.

Memang, pada umumnya pengetahuan filateli diperoleh dari membaca sebuah buku. PT Pos Indonesia saat ini setahu penulis memiliki beberapa buku tipis pengetahuan filateli untuk para pengumpul prangko pemula. Apakah untuk dijual atau dibagikan gratis, mungkin bisa ditanyakan ke Kantor Filateli Jakarta (KFJ) , Jl. Pos No.2, Jakarta Pusat. Di alamat ini pula terdapat markas besar Perkumpulan Filatelis Indonesia dengan perpustakaan filateli yang bisa dimanfaatkan umum di sana. Cobalah meluangkan waktu mampir, katakanlah hari Sabtu saat libur kerja anda.

Beberapa tahun lalu buku filateli milik Pos Indonesia itu dibagikan gratis kepada masyarakat khususnya melalui sekolah-sekolah. Entahlah saat ini di masa ekonomi Indonesia masih belum pulih benar.

Cara lain lagi memperoleh pengetahuan filateli dengan ke perpustakaan asing, misalnya di British Council atau pusat kebudayaan Inggris, Amerika Amerikat dan Perancis. Siapa tahu ada buku filateli atau buku pengetahuan mengenai prangko di sana.

Dengan demikian bisa kita simpulkan bersama, sebenarnya memang banyak sekali cara untuk meningkatkan atau menambah wawasan dan pengetahuan filateli kita.

Terpenting dari semuanya, ada kemauan atau niat untuk memajukan diri kita sendiri. Ibaratnya berpuasa, ada niat kuat untuk berpuasa, maka tentu puasa kita bisa berjalan dengan lancar.

Belajar filateli pun demikian. Ada niat kuat untuk memajukan diri sendiri, sangatlah utama. tentu menjadi nilai tambah apabila kreativitas kita bisa diasah setajam mungkin sehingga segala cara pun bisa dilakukan untuk meningkatkan ilmu itu sendiri.

Jangan lupa pula dan jangan malu, untuk berdiskusi dengan para senior filatelis, umumnya berada di kantor perkumpulan filatelis atau saat pertemuan para filatelis di berbagai daerah, biasanya pada hari Minggu.

Di Jakarta pertemuan filatelis diadakan setiap Minggu pertama dan ketiga di alamat yang sama dengan KFJ di atas. Untuk lebih lengkap dan jelasnya, silakan hadir dan tanyakan dengan para pengurus PFI di sana.

Akhirnya selamat mencoba, tingkatkan selalu niat kita untuk belajar dan jangan cepat putus asa. Bersabar dan teliti selalu. Pasti kita bisa berkembang dengan baik apabila semua ini dilakukan berkesinambungan.

Richard Susilo

0 Comments:

Post a Comment

<< Home